Koordinat: 5°25′44″S 105°15′40″E / lima.42897°S 105.26114°E
Tanjung Karang
Searah jarum jam; Tugu Siger, Museum Lampung, Tugu Adipura, Pelabuhan Panjang, Hotel Novotel Lampung, Gapura Selamat Datang pada Kota Bandar Lampung, Simpang Lungsir menggunakan Masjid Agung Al-Furqon Bandar Lampung, & Vihara Thay Hin Bio.
Bandar Lampung Ragom Gawi
Kota Bandar Lampung (Indonesia)Koordinat: 5°25′46.6″S 105°15′45.26″E / 5.429611°S 105.2625722°ENegara IndonesiaProvinsiLampungTanggal berdiri17 Juni 1682[1]Dasar hukumPP No. 24 tahun 1983Ibu kotaTanjung KarangJumlah satuan pemerintahan
Daftar
- Kecamatan: 20
- Kelurahan: 126
Kristen 5,83%
- Protestan tiga,71%
-Katolik dua,12%
Buddha tiga,61%
Hindu 0,91%
Konghucu 0,04%[tiga] • BahasaIndonesia, Lampung, Jawa, dsb. • IPM 77,44 (2020)
Tinggi[4]Zona waktuUTC+07:00 (WIB)Kode area telepon+62 721Pelat kendaraanBE xxxxKode Kemendagri18.71 Kode SNI 7657-2010BDLDAURp 1.116.083.860.000,- (2020)[5]Flora resmiDurian (Durio zibethinus)[6]Fauna resmiMonyet (Macaca fascicularis)[7]Situs webwww.bandarlampungkota.go.id
Kota Bandar Lampung (Aksara Lampung: , Kutak Bandarlampung) merupakan sebuah kota di Indonesia sekaligus ibu kota & kota terbesar pada Provinsi Lampung. Dengan kepadatan lima.332/km2, Bandar Lampung merupakan salah satu kota terpadat pada Pulau Sumatra, dan termasuk galat satu kota akbar di Indonesia & Kota terpadat di luar Pulau Jawa.
Secara geografis, Kota ini adalah gerbang utama Pulau Sumatra, tepatnya sekitar 165 km sebelah barat bahari Jakarta, mempunyai andil krusial dalam jalur transportasi darat dan aktivitas pendistribusian logistik menurut Jawa menuju Sumatra juga sebaliknya.
Kota Bandar Lampung memiliki luas wilayah daratan 169,21 km² yg terbagi ke dalam 20 Kecamatan dan 126 Kelurahan menggunakan populasi penduduk 1.166.066[8] jiwa (menurut output sensus penduduk 2020).[9] Saat ini kota Bandar Lampung merupakan pusat jasa, perdagangan, dan perekonomian pada provinsi Lampung.Sejarah
Benteng pada Teluk Betung (1894).Masa Pendudukan Belanda (1912-1942)
Wilayah Kota Bandar Lampung dalam zaman kolonial Hindia Belanda termasuk wilayah Onder Afdeling Telokbetong yang dibentuk berdasarkan Staatsbalat 1912 Nomor: 462 yg terdiri menurut Ibu kota Telokbetong sendiri & wilayah-wilayah disekitarnya. Sebelum tahun 1912, Ibu kota Telokbetong ini meliputi pula Tanjungkarang yg terletak lebih kurang lima km di sebelah utara Kota Telokbetong (Encyclopedie Van Nedderland Indie, D.C.STIBBE bagian IV).
Ibu kota Onder Afdeling Telokbetong adalah Tanjungkarang, sementara Kota Telokbetong sendiri berkedudukan sebagai Ibu kota Keresidenan Lampung. Kedua kota tersebut tidak termasuk ke pada Marga Verband, melainkan berdiri sendiri dan dikepalai oleh seorang Asisten Demang yg tunduk kepada Hoof Van Plaatsleyk Bestuur selaku Kepala Onder Afdeling Telokbetong.Masa Pendudukan Jepang (1942-1945)
Pada zaman pendudukan Jepang, kota Tanjungkarang-Telokbetong dijadikan shi (Kota) pada bawah pimpinan seorang shichō (bangsa Jepang) dan dibantu oleh seorang fukushichō (bangsa Indonesia).Masa Kemerdekaan Indonesia
Pawai Pembangunan Kota Bandar Lampung tahun 1940-an, waktu ini pada Jalan Kartini.
Sejak zaman Kemerdekaan Republik Indonesia, Kota Tanjungkarang dan Kota Telokbetong sebagai bagian menurut Kabupaten Lampung Selatan hingga diterbitkannnya Undang-Undang Nomor 22 tahun 1948 yg memisahkan ke 2 kota tadi berdasarkan Kabupaten Lampung Selatan & mulai diperkenalkan menggunakan kata penyebutan Kota Tanjungkarang-Telukbetung.
Secara geografis, Telukbetung berada di selatan Tanjungkarang, karenanya di markah jalan, Telukbetung yang dijadikan patokan batas jeda bunda kota provinsi. Telukbetung, Tanjungkarang dan Panjang (serta Kedaton) adalah wilayah tahun 1984 digabung dalam satu kesatuan Kota Bandar Lampung, mengingat ketiganya sudah tidak ada batas pemisahan yang kentara.
Pada perkembangannya selanjutnya, status Kota Tanjungkarang dan Kota Telukbetung terus berubah & mengalami beberapa kali perluasan hingga dalam tahun 1965 sehabis Keresidenan Lampung dinaikkan statusnya menjadi Provinsi Lampung (menurut Undang-Undang Nomor: 18 tahun 1965), Kota Tanjungkarang-Telukbetung berubah sebagai Kotamadya Daerah Tingkat II Tanjungkarang-Telukbetung & sekaligus menjadi mak kota Provinsi Lampung.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1983, Kotamadya Daerah Tingkat II Tanjungkarang-Telukbetung berubah menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Bandar Lampung (Lembaran Negara tahun 1983 Nomor 30, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3254). Kemudian dari Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 43 tahun 1998 mengenai perubahan rapikan naskah dinas pada lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II se-Indonesia yg kemudian ditindaklanjuti menggunakan Keputusan Wali kota Bandar Lampung nomor 17 tahun 1999 terjadi perubahan penyebutan nama dari “Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandar Lampung” menjadi “Pemerintah Kota Bandar Lampung” dan tetap digunakan sampai waktu ini.Hari jadi
Hari jadi kota Bandar Lampung ditetapkan berdasarkan sumber sejarah yg berhasil dikumpulkan, -masih ada catatan bahwa dari laporan berdasarkan Residen Banten William Craft kepada Gubernur Jenderal Cornelis yang berdasarkan pada kabar Pangeran Aria Dipati Ningrat (Duta Kesultanan) yang disampaikan kepadanya lepas 17 Juni 1682 diantaranya berisikan: “Lampong Telokbetong di tepi bahari merupakan tempat kedudukan seseorang Dipati Temenggung Nata Negara yg membawahi 3.000 orang” (Deghregistor yang dibuat & dipelihara sang pimpinan VOC laman 777 dst.)-, Berdasarkan Staabat Nomor: 10/1873 (Beslit Gouvenur General) tanggal 8 April 1873 nomor 15 tentang Pembagian Keresidenan Lampung menjadi 6 Afdiling TelokBetong menggunakan Ibu kota TelokBetong (Sumber Buku Selayang Pandang Kota Bandar Lampung) dan hasil simposium Hari Jadi Kota Tanjungkarang-Telukbetung pada tanggal 18 November 1982 dan perda Nomor lima Tahun 1983 tanggal 26 Februari 1983 ditetapkan bahwa hari Jadi Kota Bandar Lampung adalah lepas 17 Juni 1682.Lambang kotaArti Lambang Kota
Makna lambang kota:
Membina persatuan dan Kesatuan menggunakan penuh kesetian buat mempertehankan dasar negara Pancasila guna bersama mewujudkan kota perdagangan & jasa yang kondusif & tenteram sebagai akibatnya tercapai keadilan, kemakmuran & kesejahteraan serta kejayaan yg abadi.Pita melingkar bergaris tepi hitam dengan berwarna kuning emas:
Memiliki makna persatuan, kebesaran dan kejayaan.Perisai bersudut lima:
Perisai bersudut lima menggunakan bagian atas berwarna putih, bagian bawah berwarna biru dan berlandaskan warna hitam mempunyai makna Kota Bandar Lampung yang meliputi daratan & samudera tegak berdiri diatas landasan yang teguh & kokoh dengan masyarakat berwawasan luas & berpedoman pada senggiri lampung yg sudah mengakar yaitu;
Pi’il Senggiri, Sakkai Sambayan, Nengah Nyappur, Nemui Nyimah, & Bejuluk Beadek.Payung raja tiga taraf:
Kota Bandar Lampung memegang teguh tiga tatanan menjadi pedoman hidup bermasyarakat yaitu hukum Agama, hukum Negara & hukum Adat, loka seluruh masyarakat Kota Bandar Lampung berlindung.
Merupakan simbol mahkota yg melambangkan kebesaran, kemewahan, keagungan, berbudi pekerti dan berbudaya meskipun ditengah kota yg majemuk etnis suku & agama. Siger ditandai pada bagian muka dan belakang yang berlekuk beruji 9 butir. Ruji yg paling tengah adalah paling tinggi, sedangkan yg paling pinggir melengkeng misalnya ujung tanduk atau bahtera.