Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku industri properti konfiden tumbuhnya sektor pariwisata & pembangunan sejumlah infrastruktur nasional di Provinsi Lampung akan mendongkrak penjualan dalam masa mendatang. Tak hanya itu, daerah ini pun telah menarik sejumlah pengembang.
Hal tersebut diakui Sekretaris Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Lampung Hairul Effendi. Menurutnya, sejumlah pengembang menurut luar Provinsi Lampung banyak yang telah mengutarakan minatnya buat melakukan perluasan.
Sayangnya, Hairul tidak dapat menampik problem klasik mengenai perizinan pembangunan yang masih sebagai hambatan primer perusahaan buat merealisasikan rencana ekspansi Bisnisnya.
"Contohnya buat luasan 1 hektare pembangunan rumah subsidi saja, pengembang wajib mengambil kocek dari Rp100 – Rp250 juta menggunakan rentang saat perizinan menurut 3 bulan sampai setengah tahun," ucapnya kepada Bisnis melalui sambungan telepon, Rabu (7/12/2016).
Meski sejumlah pemerintah wilayah mau menginisiasi pemangkasan perizinan sesuai dengan instruksi Paket Kebijakan Ekonomi XIII, berdasarkan Hairul, berbeda menggunakan Pemprov Lampung yang masih berpegangan pada peraturan daerah yang usang, sebagai akibatnya, belum terdapat pemangkasan buat perizinan yang sebenarnya sudah tidak dibutuhkan lagi pada pembangunan perumahan misalnya biar lingkungan.
Padahal, Hairul menuturkan, menurut data Badan Pusat Statistika (BPS) nomor kesenjangan kepemilikan dan pembangunan tempat tinggal pada Provinsi Lampung masih mencatatkan angka 180.000 unit. Hal tersebut selaras dengan tingginya permintaan rumah baik komersial maupun subsidi.
REI DPD Lampung, lanjutnya, tahun ini menargetkan pembangunan tempat tinggal subsidi yang dapat dibeli dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan atau FLPP sebesar 6.000 unit. Sayangnya, sampai November REI baru mampu merealisasikan 70%-nya, sementara sisa waktu sampai akhir Desember ini diperkirakan hanya akan menambah 10% sasaran.
Sedangkan, pasokan rumah komersial pada Lampung pun diakui Hairul cukup menggembirakan pada 2016 ini. Hingga November lalu, REI mencatat lebih kurang 60% berdasarkan sasaran pembangunan dua.000 unit tempat tinggal komersial sudah berhasil terlaksana, ad interim sampai akhir tahun diperkirakan akan bertambah hingga 5% dari target.
“Kami melihat penjualan yg baik juga buat rumah komersial, sebagai akibatnya gw sanggup perkirakan 2017 mendatang pertumbuhan buat rumah komersial saja bisa capai 20%. Begitu juga buat tempat tinggal subsidi, ketika ini saja masih waiting list 2.000 konsumen buat beli rumah subsidi,” katanya.
Hairul menambahkan, sayangnya pembangunan tempat tinggal subsidi sudah nir bisa dilakukan pada wilayah Kota Bandar Lampung mengingat harga lahan yg semakin naik atau kisaran Rp700 ribu – Rp2 juta per meter persegi (m2).
REI DPD Lampung pun masih terus mewacanakan kepada pemerintah wilayah dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) buat segera mempermudah regulasi pembangunan tempat tinggal susun. Pasalnya, pada Lampung, belum pernah dimuntahkan sertifikat hak milik buat kepemilikan hunian vertikal.
Hairul menuturkan, saat ini pembangunan apartemen baru akan dimulai oleh perusahaan PT Royalindo yang merencanakan pemancangan tiang perdana dalam Januari mendatang.
“Saya kira itu akan jadi apartemen pertama pada sini, mungkin masih relatif sulit karena warga belum terlalu familiar dengan hunian vertikal kebanyakan masih menyukai tapak,” ungkapnya.
Sisi lain, Hairul menegaskan, Lampung menjadi Kota Transit memiliki peluang yg tinggi buat pengembangan hotel maupun tempat tinggal singgah. Bahkan, dirinya melihat setiap hotel homogen-rata mempunyai okupansi yang penuh pada akhir pekan dan hari libur.
Hal ini merupakan butir manis berdasarkan Pemerintah Provinsi Lampung yang fokus membuka kembali potensi-potensi wisata. Contohnya sekolah gajah di Taman Nasional Way Kambas dan sejumlah destinasi pantai yang menarik para pelancong.
Hairul berharap ke depan, pemerintah segera menerbitkan PP pemangkasan perizinan supaya semakin mempermudah investor masuk & mendongkrak pertumbuhan properti yg kian apik.
Simak Video Pilihan pada
Bawah Ini :
Simak liputan lainnya seputar topik artikel ini, pada sini :
properti
Konten Premium Nikmati Konten Premium Untuk Informasi Yang Lebih Dalam Masuk / Daftar