Bandar Lampung: Sesuai arahan Presiden Joko Widodo buat mempercepat penyaluran dana donasi program kartu sembako, pada Provinsi Lampung telah mencapai 98 % pada 2 minggu.
Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan penyaluran dana Bantuan Program Sembako / Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/ secara tunai terhadap 18,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM) pada semua Indonesia. Guna memperlancar proses penyaluran, Kemensos menggandeng PT Pos Indonesia (Persero).
Penyaluran dana bantuan program kartu sembako tahun 2022 dilakukan serentak mulai Minggu, 20 Februari. Dana yang diserahkan kepada KPM sebanyak Rp600 ribu buat tiga bulan sekaligus, yaitu Januari, Februari, & Maret (per bulan Rp200 ribu).
Bagaimana tanggapan anda tentang artikel ini?
"Di Provinsi Lampung sasaran penyaluran kepada 705 ribu KPM. Saat ini telah tersalurkan 98 persen," ucap Kepala PT Pos Indonesia KCU Bandar Lampung Risdayati.
Berhasil menyalurkan hampir semua alokasi bantuan, Risda membongkar kunci suksesnya.
"Kami berkoordinasi dulu dengan instansi pemerintah & aparat, berkoordinasi dengan tim. Kami pula nir hanya mengandalkan pegawai PT Pos, tapi melibatkan tenaga pendamping buat mempercepat penyaluran ke rumah KPM," kata Risdayati.
Kepala PT Pos Indonesia KCU Bandar Lampung Risdayati (Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)
Untuk diketahui, Pos Indonesia menyalurkan dana program kartu sembako melalui 3 metode, yaitu diambil pribadi pada Kantor Pos, disalurkan melalui komunitas, atau diantarkan eksklusif ke tempat tinggal KPM (door to door).
Kepada penerima, Risdayati mengungkapkan bahwa uang donasi bebas dibelanjakan sinkron kebutuhan dan di mana saja.
"Saat menyalurkan, kita infokan KPM silakan berbelanja sinkron kebutuhan. Belanja pada warung mana saja, terserah. Kita pasang spanduk pada lokasi penyaluran bahwa nir boleh berjualan di lokasi penyaluran & nir terdapat potongan apapun," pungkasnya.
Lantaran penyaluran dilakukan pada tengah situasi pandemi, Pos Indonesia menerapkan sistem jadwal yang dibagi sebagai beberapa shift.
(Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)
"Kami menciptakan jadwal buat menghindari kerumunan warga . Sementara untuk KPM lansia atau yang sedang sakit, donasi kami antarkan eksklusif ke rumahnya," kata Risdayati.
Lebih lanjut Risdayati mengungkapkan warga sangat antusias menerima donasi dalam bentuk uang tunai.
"Animo rakyat tinggi. Mereka sangat bahagia menerima tunai. Harapan kami, diberi kepercayaan lagi buat menyalurkan donasi serupa," ucapnya.
Ya, antusiasme dan raut kegembiraan tampak pada paras para penerima bantuan dana acara kartu sembako. Salah satunya, Farida. Penerima manfaat dari Kota Bandar Lampung ini sehari-hari berdagang pecel dan Soto.
Setiap hari, Farida berdagang demi memenuhi kebutuhan keluarga. Terlebih suaminya sudah tewas global sejak 2011 dampak kecelakaan lalu lintas.
Bisa menerima donasi dana acara kartu sembako menurut Kemensos, disambut penuh syukur oleh Farida.
(Foto:Dok.Renjana Pictures/Febri)
"Saya senang banget bisa donasi. Siapa coba yang mau kasih uang cuma-cuma pada zaman covid-19, zaman susah begini?" ucap Farida.
Uang bansos senilai Rp600 ribu akan dipakai Farida buat berbelanja sembako.
"Sebelumnya, saya dapat donasi beras, ayam, buah, dan telur. Kalau sekarang, terima tunai. Uangnya digunakan buat membeli sembako & memenuhi kebutuhan hidup," pungkasnya.
Tak lupa Farida mengucapkan syukur & terima kasih atas donasi yang diterima dari pemerintah tersebut.
"Terima kasih poly Pak Jokowi sudah membantu masyarakat mini . Terima kasih Kementerian Sosial & Pos Indonesia. Saya merasa diperhatikan sang pemerintah," tuturnya.
Ternyata, kebahagiaan tidak hanya dirasakan oleh KPM. Warga yang tidak menerima donasi pula ikut senang . Misalnya, Ida Lina, pedagang sayur di Rajabasa, Bandar Lampung.
"Walau aku enggak dapat bantuan, gw senang karena sayuran aku dibeli sang mereka yg menerima bantuan. Alhasil warung saya jadi laris jua, membantu buat tambahan biaya hidup keluarga gw," ucap Ida.